tekad dan percaya diri

Posted on September 6th, 2010 by anissha.alaydrus10.
Categories: my story.

Namanya adalah Said Hud Idrus Alaydrus  seorang pahlawan yang tak akan terbalas jasanya. Mungkin kalian tidak mengenalnya, pasti, karena dia adalah pahlawanku. Pahlawan pembangun semangatku. Pahlawan kebanggaanku. Pahlawan pembangun kepercayaan diriku. Dialah ayahku.

Ayahku lahir tepat pada perayaan natal pada tahun 1958. Umurnya sudah lebih dari setengah abad, pastinya. Ayahku kelahiran kalimatan timur tepatnya pada pulau sangkulirang kutai timur. Suatu pedesaan yang terletak jauh dari kota pada saat itu. Pada masa itu orang tua tidak memikirnyan tetang pentingnya pendidikan pada anak untuk kelangsungan hidup. Menurut mereka miliki harta banyak makanan melimpah itulah yang bisa menjamin masa depan. Karena itu banyak anak pada desa itu yang tidak melanjutkan sekolah setelah SMA.

Tapi ayahku bertekad dia harus mencapai gelar sarjana. Dengan modal yang tidak banyak dan pengetahuan standar anak desa ayahku memberanikan diri menyebrang pulau, yaitu ke pulau sulawesi. Ia mengambil jurusan teknik mesin pada UMI.

Tinggal sebatang kara tidak membuat ia putus asa. Mulai dari masalah keuangan sampai  masalah pelajaran ia tuntaskan sendiri dengan rapi. Ia tak pernah merasa malu berasal dari desa, kebalikannya ia sangat bangga dan selalu menceritaka betapa asrinya desa tersebut. Pada saat kuliah pekerjaan sampingan adalah teman baiknya dalam menambah uang. Dengan pengalaman ini dia menjadi supel dan mudah berkerja sama dengan orang lain.

Setelah lulus, alhamdulillah ia mendapat pekerjaan pada suatu perusahaan kayu nasional di Samarinda Kalimantan Timur, dengan itu mengantarkan ia pulang kembali ke pulau asalnya. Karena bekerja pada perusahaan besar dia tak jarang harus berkomunikasi dengan pemesan dari luar negeri. Pada awalnya saya pun bingung bagaimana ia berkomunikasi karena saya tahu bahasanya tidak terlalu baik. Ternyata dia hanya memiliki satu prinsip menghadapi masalah tersebut, “bicara  terus selagi ayam belum ketawa”. Artinya ia ingin selalu belajar mempraktekkannya tanpa malu ditertawakan, dengan penuh percaya diri.

Dari kisah diatas menurut saya yang bisa ambil pelajarannya adalah suatu keutuhan tekad akan tercapai dengan kerja keras dan kepercayaan diri tinggi.

0 comments.

inspiration-peta buta

Posted on September 6th, 2010 by anissha.alaydrus10.
Categories: my story.

peta buta

Saat itu saya tengah duduk di kelas 6 SD. Saya mendapat tugas untuk membuat peta buta suatu benua, kebetulan saya mendapat tugas membuat peta buta benua Australia. Mendapat tugas seperti itu saya merasa cemas sebab dari kelas 1 sampai kelas 6 menurut saya bakat gambar saya tidak pernah meningkat, terbatas pada dua gunung yang ada sungai mengalir ditengahnya, sawah dan rumah petani di kiri dan kanan, yang paling penting adalah ada matahari dibalik awan.

Dengan skill menggambar yang saya punya sudah bisa dipastikan  bahwa gambar saya tidak akan lebih baik dari teman saya, dan dengan begitu nilai saya akan lebih kecil. Otak licik saya pun bekerja secara cepat dan lebih cepat daripada saat memecahkan soal matematika. Timbul niat untuk curang dalam mengerjakan tugas tersebut. Saya  akan memakai jasa orang. Alhasil gambaran saya memang lebih bagus dan memang jauh lebih bagus dari milik teman saya. Saya merasa sangat senang sekali karena kali pertama lebih baik dalam hal menggambar.

Setelah bel sekolah berbunyi semua murid masuk dalam kelas, ada yang duduk ada yang jalan kesana kemari, semuanya heboh memamerkan hasil gambaran mereka. Dan tak lupa saya juga heboh dan memamerkan tugas saya pastinya. Ibu guru memasuki kelas, semua anak berlari kembali ke bangku mereka masing-masing, dan mengucapkan salam. Setelah itu ibu guru memerintahkan untuk mengumpulkan tugas menggambar benua tersebut. Dengan bangga kami semua kedepan mengumpulkan karya sendiri dengan bangga tentunya kecuali saya.

Tiba-tiba ibu guru memanggil teman saya untuk maju kedepan, ternyata dia harus menjelaskan tentang peta yang ia buat. Pastinya dia bisa sebab ia mengerjakannya sendiri. Saya pun  bingung tujuh keliling, bagaimana jika nama saya dipanggil. Saya langsung menyibukkan diri membuka atlas membaca secepatnya tentang Australia. Mungkin hari itu bukan hari keberuntunganku, nama saya dipanggil. Dengan nervous saya memberanikan diri maju kedepan dengan pengetahuan seadanya. Saya pun mulai menjelaskan setahu saya tentang Australia, dan coba bayangkan pengetahuan anak SD yang tidak belajar sebelumnya. Akhirnya memang presentasi itu kurang memuaskan karena tidak menguasai bahan.

Dari pengalaman diatas kita dapat belajar untuk selalu bersikap jujur dalam segala hal, bukan hanya perkataan tapi juga perbuatan karena sepandai-pandainya kelinci melompat pasti akan jatuh juga.

0 comments.

Posted on August 5th, 2010 by anissha.alaydrus10.
Categories: Uncategorized.

tunggu tanggal 5 sept

0 comments.